pengunjung

Anda pengunjung ke : Redcounter :
Counter Powered by  RedCounter
Assalamu ’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.Selamat datang di blog, http://azay-ste.blogspot.com || Terima Kasih atas kunjungan anda di blog ini mudahan semua isi blog ini bermanfa'at buat kalian semua...

Izin Tambang Batubara di Pulau Bunyu

Ini adalah berita HEBOH dari pulau bunyu..!!! saya PUTRA bunyu, yang di lahirkan sampai di besaran di bunyu sangat heran dengan berita ini, yang aku harapakan cuma satu. MEMBELA YANG BENAR DAN FAKTA...!!!

Batu Bara Sejahterakan Warga

Penambangan batu bara oleh PT Adani Global di Pulau Bunyu telah banyak memberi dampak positif kepada warga. Selain banyak menyerap tenaga kerja lokal, keberadaan perusahaan ini juga berdampak pada kenaikan perekonomian di daerah setempat. Demikian disampaikan Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi di sela-sela melakukan kunjungan ke lokasi penambangan batubara di Pulau Bunyu tersebut. Kunjungan ini merupakan yang kedua kali dalam empat bulan terakhir.

“Peningkatan perusahaan ini sangat pesat. Pertengahan Desember 2007 lalu saya ke sini belum apa-apa, sekarang sudah mulai produksi. Bahkan menurut informasi dari perusahaan mereka siap melakukan loading (pengapalan),” ujar bupati yang didampingi beberapa pejabat teras dan manajemen perusahaan, kemarin.

Untuk diketahui, areal pertambangan seluas sekitar 1000 hektare milik investor asal India ini, terletak kurang lebih 5 kilometer dari ibukota Kecamatan P Bunyu. Meski bukan aspal jalan ke lokasi pertambangan cukup lancar.

Dijelaskan oleh Engineering Manager PT Adani Global, Didi Marsono, meski sesuai kontrak lahan yang dibebaskan untuk lokasi perusahaan seluas 1000 hektare, tidak semua untuk penambangan. "Yang ada batubaranya hanya sekitar 300-an hektare. Ditambah untuk stockfile, kantor dan lain-lain paling 400-an hektare. Sisanya tetap kita biarkan sebagai hutan," kata Didi.

Ia mengungkapkan, perusahaannya mulai melakukan eksploirasi di P Bunyu sejak 2006 lalu. Setelah diketahui kondisi batubaranya, PT Adani Global melanjutkan dengan tahap eksploitasi yang dimulai pada Agustus 2006.

Hingga saat ini, kata Didi, perusahaannya telah memperkerjakan 205 orang, 94 persennya berasal dari masyarakat setempat. “Ini belum termasuk yang bekerja di sub-sub kontraktor kita. Kalau ditotal semua ada 500-an orang,” jelasnya.

Selain mulai mengekspolitasi, PT Adani Global sekarang juga telah melakukan produksi. Crusher atau peralatan penghancur batubara yang dibangun sejak beberapa bulan lalu, saat ini sudah dioperasikan.

“Sementara ini, kita juga berusaha menyelesaikan pembangunan dermaga. Dengan panjang trestel 276 meter, terbagi dua line, yaitu untuk jalan dan conveyor,” kata Didi lagi.

Direktur PT Adani Global, Ganesan yang mendampingi bupati dalam kunjungan kemarin menambahkan, jika tidak aral akhir bulan ini pembangunan dermaga akan selesai. Direncanakan pula, begitu selesai pembangunan dermaga perusahaannya akan melakukan loading pertama. “Tanggal 20 kemungkinan tongkang datang, langsung muat. Mungkinan satu-satu minggu kemudian sudah bisa loading,” jelasnya.

Batubara dengan kandungan antara 3800-5100 kalori ini, menurut Ganesen, diekspor ke India. “Batu bara ini berkalori rendah. Jadi hanya akan digunakan sendiri (perusahaan di India), yaitu untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap,” katanya.

Ditambahkan Didi, sesuai dengan ijin kuasa pertambangan (KP), kandungan batubara di areal pertambangannya akan dieksploitasi selama 30 tahun. Hanya saja, lanjutnya, tidak mesti selama itu akan dipenuhi langsung. Melainkan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan 10-15 tahun dengan target produksi tahun pertama 1,5 juta ton per tahun, kemudian 4 juta ton per tahun pada tahun kedua, serta 8 juta ton pertahun untuk tahun ketiga dan seterusnya.

Sementara itu Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi menyambut positif kehadiran investor yang serius mengelola batubara di Pulau Bunyu tersebut. Menurutnya, banyak keuntungan yang diperoleh warga atas kehadiran perusahaan ini.

Banyaknya tenaga lokal yang terserap di perusahaan, sehingga secara otomatis akan mengurangi pengangguran. Di mana dengan berkurangnya pengangguran, lanjut bupati, akan berdampak pula pada berkurangnya angka kriminalitas.

“Akhir-akhir ini seperti kita ketahui produksi migas yang ada di Pulau Bunyu mulai turun. Sehingga dengan hadirnya perusahaan batu bara ini paling tidak bisa mengembalikan produktifitas perusahaan di sini,” kata bupati.

Keuntungan lain, disampaikan bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bulungan Ir Syaiful Herman MAP, dari penambangan batubara ini akan memberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak sedikit. Di antaranya, dari retribusi alat berat, pendaratan kapal, pengangkutan dan lain-lain.

“Selain itu, jika nanti sudah mulai ekspor daerah juga akan mendapat bagi hasil. Yaitu sesuai peraturannya daerah penghasil mendapatkan 6 persen dari hasil produksi,” imbuh Syaiful.

Terkait masalah kelestarian lingkungan, bupati percaya perusahaan serius memperhatikan hal yang satu ini. Dari pihak perusahaan sendiri menyatakan, persoalan lingkungan pihaknya sangat memperhatikan. “Di sekitar areal pertambangan rencananya akan kita tanami, selain itu hutan di sekitar juga tidak akan kita ganggu,” kata Ganesan menjawab. Hal lainnya, perusahaan juga menggunakan peralatan-peralatan yang ramah lingkungan.****

Sumber : klik disini

Setelah Batu Bara Sejahterakan Warga bunyu. datanglah isu [ yang diakui masyarakat bunyu] langsung dari balikpapan.!!!

Bupati Bulungan Akan Dilaporkan KPK


BALIKPAPAN - Nusantara Corruption Watch (NCW) melaporkan Bupati Bulungan ke KPK atas pemberiaan izin 3 perusahaan tambang Batu bara di pulau Bunyu sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menyengsarakan rakyat Bunyu, Kalimantan Timur.

Selaian itu pembukaan izin tambang diberikan oleh Bupati Budiman Arifin yang kini masih menjabat, diduga terdapat unsur Gratifikasi. Demikian diungkapkan Ketua NCW Kalimantan Timur Taufiqurahman saat jumpa pers di Balikpapan, Senin (25/8/2008).

Menurutnya semua pejabat di Pulau Bunyu tidak ada yang mau berkomentar seputar pembukaan lahan tambang.. " Semua menyerahkan hal itu pada pak bupati," ujarnya

Ke Tiga perusahaan Tambang itu yakni PT Adani Global yang menguasai lahan tambang kurang lebih 1900 hektar di bagian timur Pulau Bunyu sejak tahun 2007, sedangkan PT Mitra Niaga Mulia menguasa lahan 1.900 hektar menguasai lahan tambang di bagian Barat sejak 2007. Sementara PT Garda Tujuh buana menguasai lahan sekitar 2000 hektar di bagian utara Pulau Bunyu sejak tahun 2002.

"Pulau Bunyu luasnya hanya 20.000 Km persegi yang di dalamnya terdapat kawasan hutan lindung seluas 10.000 hektar. Keberadaan Hutan lindung tersebut terancam rusak karena dikelilingi oleh 3 perusahaan Tambang," ungkap Taufiqurahman

Dari data yang diperoleh NCW untuk PT Adani Global, sejak mei 2008 sudah berhasil melakukan ekspor batubara 100.000 matrikton ke India. Pemda baru memperoleh 1,8 miliar. Targetnya PT Adani akan memproduksi batubara 10.000 MT perhari. " apa yang dihasilkan tidak sesuai dengan dampaknya bagi masyarakat dan pulau Bunyu," katanya.

Pembukaan lahan tambang itu juga dikhawatirkan merusak sumber air tawar yang dikelola oleh PT Medco dan pertamina yang mengelola sumber alam gas untuk Methenol dengan bahan baku gas alam dan air tawar.

"Jika ini dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan berakibat pada kerusakan lingkungan yang jauh lebih parah yakni pulau bunyu bisa Tenggelam," ujar Taufiqurahman.

Sementara Ketua Tokoh masyarakat Bunyu H. Sursum Curda (57) membenarkan hal itu bahkan kabarnya, ada satu peruhaan tambang yang lahannya tumpang tindih dengan lahan reboisasi yang luasnya sekitar 300-400 hektar. "Ini terjadi pada tahun 2005 awal perusahaan itu masuk ke bunyu. Padahal program reboisasi itu program pusat namun hal ini dibiarkan saja," ungkap Curda.

Curda yang juga mantan karyawan Pertamina ini mengatakan, sejak pembukaan lahan tambang, masyarakat banyak yang mengeluhkan kerusakan lingkungan, bahkawan puluhan hektar pagi yang dimiliki rekannya mangalami kerusakan akibat penambangan.

"Ada puluhan hektar pagi yang dimiliki warga namun gagal panen. Masalaha ini sudah dilaporkan ke Bupati namun tidak ditanggapi serius dampak kerusakan lingkungan ini," kilah Curda.

Menurut Curda, hingga kini keluhan masyarakat atas penambangan tidak pernah digubris oleh pemda karena itu sudah waktunya masalah ini didengar oleh pemerintah pusat. (fit)

sumber
: klik disini

Teman-Teman sekarang kita liat pendapat masyarakat bunyu tentang berita di atas ?? sekarang kita liat apa yang di katakan oleh masyarakat bunyu :

Diisukan Akan Tenggelam, Warga Bunyu Resah

TANJUNG SELOR-Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat di Pulau Bunyu dibuat resah. Hal ini menyusul beredarnya isu bahwa pulau seluas 11.800 hektare itu akan tenggelam akibat terjadinya kerusakan lingkungan.

Sejumlah tokoh masyarakat Bunyu yang ditemui Radar Tarakan menyesalkan isu tersebut. “Anak-anak banyak yang tanya, benar kah bu, pak, kalau Bunyu ini akan tenggelam,” ungkap Syamsuddin, salah seorang tokoh masyarakat di kecamatan itu. Belum lagi pembicaraan di pasar dan di warung-warung.

Dia menegaskan, kabar yang disampaikan oleh Nusantara Coruption Watch (NCW), sebuah lembaga di Balikpapan yang menghembuskan isu kerusakan lingkungan di Bunyu tersebut sangatlah tidak benar. “Semua yang dikatakan itu bohong. Yang bilang itu hanya ingin jadi pahlawan kesiangan,” tegas Syahrun Umar, ketua Lembaga Adat Bunyu.

Menurut mereka, keberadaan perusahaan batu bara di Pulau Bunyu sama sekali tidak mengganggu masyarakat. Bahkan, katanya, sejak beroperasinya perusahaan itu, banyak keuntungan yang diperoleh warga.

Disebutkannya, ada tiga persoalan utama yang dirasakan masyarakat Bunyu sejak beberapa tahun ini. Yaitu masalah sosial, ekonomi dan ketenagakerjaan. “Dulu banyak warga sini menganggur. Akibatnya kriminalitas meningkat dan perekonomian lesu,” sambung Syamsuddin lagi. Nah sejak adanya perusahaan batu bara, semua persoalan tersebut bisa teratasi. “Kriminalitas sekarang turun drastis. Bisa sampeyan (maksudnya wartawan,Red) cek di Polsek Bunyu. Hampir sekarang tidak ada lagi laporan pencurian, perkelahian dan lain-lain. Padahal dulu, hampir setiap malam anak-anak muda mabuk di pinggir jalan,” ungkapnya.

Begitu pula dengan perokomian, menurut warga, sekarang perekonomian di Bunyu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya daya beli masyarakat. “Dan yang utama, ratusan warga Bunyu sekarang sudah terserap menjadi tenaga kerja di perusahaan batu bara. Jadi jumlah pengangguran sekarang sudah banyak turun,” kata Syamsuddin yang dibenarkan oleh Hanafiah, tokoh pemuda lainnya.

Meski demikian, mereka tidak menampik kemungkinannya hal ini akan terjadi. Hanya saja, jika dilihat dari cara penambangan yang dilakukan, kerusakan besar seperti yang disampaikan oleh NCW kemungkinan tidak terjadi. “Perusahaan menambang sesuai dengan amdal (analisis mengenai dampak lingungan). Mereka mengeruk, diambil batu baranya, kemudian ditimbun lagi. Dan selanjutnya di atas tanah timbunan itu ditanami. Saya lihat sendiri, karena saya sering memantau ke sana,” ungkap H Ramlan, Ketua Yayasan Alkhairaat Bunyu, yang juga ketua BPD Desa Bunyu Barat itu.

Lagi pula, menurut mereka, pemerintah yang telah mengizinkan perusahaan melakukan penambangan di Bunyu tidak mungkin jika tidak melalui survei dan pertimbangan terlebih dahulu. Termasuk di bidang lingkungan hidupnya. “Saya percaya sepenuhnya kepada bupati dan pemerintah. Tidak mungkin mereka akan menyengsarakan masyarakatnya,” tegas Syahrun lagi.

Hal senada disampaikan H Umar Atay, tokoh agama di Pulau Bunyu. Mereka menginginkan agar ketenangan warga Bunyu tidak perlu diusik dengan berita-berita yang tidak benar.

Mengenai informasi dari NCW yang menyebutkan bahwa penghasilan ikan nelayan Bunyu turun akibat penambangan batu bara juga dibantah warga. Menurut mereka turunnya produksi ikan di laut bukan karena aktivitas perusahaan, melainkan akibat banyaknya kapal nelayan dari luar yang menggunakan trawl atau pukat harimau. “Kami minta kepada LSM atau siapapun yang tidak mengetahui soal Bunyu tidak usah berkomentar macam-macam,” imbuh Syamsuddin.

“Di situ ada 400 an warga kami yang bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Jadi kalau sampai diganggu dan ratusan warga kami itu menganggur, berarti sama saja akan menghancurkan masyarakat Bunyu,” katanya.

Sanggahan lain disampaikan oleh Lawang, Kepala Desa Bunyu Barat. “Siapa yang dirugikan. Kami tidak dirugikan, justru kami terbantu,” tegas Lawang. Dia juga membantah bahwa luasan Bunyu hanya 1.900 hektare seperti disampaikan NCW. “Bunyu luasnya 11.000 hektare lebih,” ungkapnya. (ngh)

sumber: klik disini

Teman-teman saya sengaja POST berita ini, tapi bukan untuk vrokator loh..??? saya cuma minta di mana kebeneran itu ada, untuk sejahterakan bunyu...!!!!

jawab post ini yah...???



Artikel yang berhubungan :



6 komentar:

Posting Komentar

Kirim Koment anda sebagai NAMA/URL, Masukka nama Anda dan URL anda, URL bisa diisi sembarangan.
contoh URL : BLOG INI, Friendster, Blog kamu, DLL


KIRIM SEKARANG KOMENTAR ANDA DI SINI

 
Resolution: 1024x768px | Best View:

Powered By Blogger | Portal Design By azay kun || Spooky the evil © 2009